Monday, 27 April 2015

Tropicana Slim - Alergon Cookies


Hari ini tiba-tiba si kecil Alaina berkata, 'Mom, I am having a slumber party with my friends, can we make some cookies?' Hah?.... darimana dia tau tentang slumber party? Mamanya aja baru denger ini ... dan siapa ya teman-teman yang dimaksudnya, dipikiranku sudah terbayang Sasa, salah satu teman TPQ nya atau mungkin juga Adel, anak tetangga sebelah...  'I am inviting Kitty the cat, Kanga, tigger, Elly the elephant, chelsea and some others to sleepover' ... ahhh, tenyata, boneka-bonekanya toh...


Cookies, siapa sih yang ga suka? Teksturnya yang renyah dan rasanya yang manis atau gurih buttery cocok sekali untuk camilan di waktu senggang. Dan ternyata Alaina sudah hafal kebiasan kami membuat sendiri aneka makanan dan camilan, makanya hari itu dia minta dibikinin cookies. Saya memang membatasi konsumsi makanan olahan pabrik untuk anak-anak. Seperti yang kita tau, cookies pabrikan berkadar gula tinggi, menggunakan pewarna, perasa, dan pengawet. Belum lagi kandungan kalori dan lemaknya...wuih, ngeriii...

Pastilah, makanan homemade lebih bersih dan sehat, kan? Dengan membuat sendiri, kita bisa menyesuaikan tingkat kemanisan kue dengan selera kita. Jika teman-teman pernah membaca blog ini tentu sudah tahu, saya selalu berusaha memangkas jumlah gula pasir yang digunakan. 

Dan, akhir-akhir ini saya juga mulai melirik bahan makanan yang gluten free, seperti tepung beras, tepung ketan, tepung singkong, tepung arrowroot dan lain-lain. Walaupun di keluarga kami tidak ada yang gluten intolerance tapi tidak ada salahnya kan kita mulai beralih pada makanan yang gluten free atau minimal rendah gluten, karena tepung terigu yang bergluten tinggi memberatkan kerja pencernaan kita.  



Tapi hari ini saya agak ga enak badan nih. Ga tau kenapa, badan rasanya capeeek banget. Klungrah, kalau orang jawa bilang. Mungkin karena beberapa hari belakangan ini saya sedikit lebih sibuk dari biasanya. Rasanya ga mungkin deh bisa bikin cookies. Tapi, kasihan juga kalau keinginan Alaina tidak saya perhatikan. Walaupun nampaknya sepele, namun bermain peran bagus untuk mengembangkan daya imaginasinya. Untung, sekarang sudah ada nih cookies yang enak dan aman, Tropicana Slim-Alergon cookies, namanya. 

Alaina senang sekali ketika menerima cookies ini. Kemasannya yang berwarna biru sangat menarik perhatiannya, apalagi kemasan mika di dalamya yang bisa dibuka tutup, 'like a treasure chest', katanya. Langsung dia asyik bermain bersama 'teman-teman'nya. Disuapinnya mereka Alergon cookies ini satu per satu. Bahkan dibawanya juga cookies ini ke tempat tidur. 

Mengapa saya tertarik dengan Tropicana Slim Alergon cookies ini? Karena, katanya cookies ini bebas gula pasir dan gula sintesis, hanya menggunakan gula yang berasal dari buah. Sehingga cookies ini relatif lebih aman untuk gigi anak-anak. Cookies ini juga relatif aman dan tidak menyebabkan reaksi alergi tertentu karena tidak menggunakan bahan pengawet, susu, telur, kacang, coklat dan pewarna. Dan yang lebih menarik lagi, cookies ini menggunakan tepung gluten free, yaitu campuran tepung beras dan tepung singkong. Cocok lah dengan kriteria camilan yang biasa saya berikan untuk anak-anak saya.


Apa iya, cookies dengan komposisi seperti diatas rasa dan teksturnya bisa seperti cookies yang berlimpah butter, telur dan susu? 

Dari segi tekstur, cookies ini kokoh sekali. Dipegang tangan anak-anak juga ga mudah hancur. Tapi ketika digigit, ternyata renyah juga, tidak sekeras yang saya bayangkan. Karena tanpa butter, aromanya tentu jadi tidak seheboh butter cookies. Bahkan, bisa dibilang terasa sedikit aroma khas tepung beras dan singkongnya. Rasa manisnya sedang-sedang saja, akan terasa lebih manis ketika tergigit kismisnya. 


Untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus dan dengan alergi terhadap bahan makanan tertentu, cookies ini tentu jadi salah satu alternatif camilan yang aman dan sehat. Sayangnya, saat ini cookies ini baru tersedia di supermarket besar saja. Dan, harganya pun jauh lebih mahal dibanding cookies pada umumnya. Mudah-mudahan ke depannya harganya bisa lebih murah dan lebih mudah ditemukan di minimarket dekat rumah.